Loading...

.

.

.

.

Macam-macam Alat Ukur Tanah dan Fungsinya

Apa sajakah macam-macam alat ukur tanah? Apa pula fungsi dari masing-masing alat tersebut? Suatu benda bisa dinamakan sebagai alat ukur tanah apabila dapat digunakan untuk menyipat datar atau menyipat ruang di atas permukaan tanah. Istilah ini biasanya dikenal dengan sebutan terrestris.
alat-ukur-tanah.jpg
Berdasarkan modelnya, alat ukur tanah bisa dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu alat ukur sederhana, alat ukur optik, dan alat ukur elektronik. Alat ukur sederhana hanya dapat dipakai untuk mengukur satu macam ukuran. Sebaliknya alat ukur optik bisa digunakan untuk mengukur berbagai macam ukuran dan dilengkapi dengan optik. Berbeda dengan alat ukur elektronik yang bisa berkerja dengan memanfaatkan sinar infrared sehingga tingkat ketelitiannya sangat tinggi.
A. Alat Ukur Sederhana
Disebut alat ukur sederhana karena bentuk alat ini didesain secara sederhana. Penggunaannya pun sangat simple dan hanya bisa dipakai untuk mengukur satu macam ukuran saja. Beberapa alat yang termasuk di dalam kategori ini antara lain :
  1. Pita Ukur dikenal pula sebagai meteran, tape, atau rol meter. Ini merupakan alat yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui ukuran jarak atau panjang tanah dengan satuan mm, cm, inchi, atau feet. Meteran juga dapat diandalkan untuk membuat sudut siku-siku, mengukur sudut, dan membuat lingkaran.
  2. Kompas adalah alat yang berguna untuk memeriksa arah. Alat ini berkerja dengan memanfaatkan gaya medan magnet yang membuat jarum penunjuk di dalamnya selalu mengarah ke utara dan selatan bumi. Kompas membantu para pekerja mampu mengukur tanah sesuai dengan arah yang tepat.
  3. Klinometer merupakan alat yang berfungsi menentukan besar sudut elevasi dalam mengukur tinggi suatu obyek secara tidak langsung. Dengan klinometer, kita bisa mengetahui tinggi/panjang benda. Prinsip kerjanya yaitu dengan memanfaatkan sudut elevasi antara suatu garis datar dan garis yang terhubung pada titik garis tersebut dengan titik puncak sebuah objek.
B. Alat Ukur Optik
Sesuai namanya, alat ukur ini dilengkapi dengan suatu perlengkapan optik sehingga memungkinkan hasil pengukurannya lebih detail daripada alat ukur sederhana. Alat ini juga biasanya merupakan suatu kesatuan peralatan jadi bisa dipakai untuk menentukan lebih dari satu ukuran. Contoh-contoh alat ukur optik di antaranya :
  1. Theodolit ialah alat ukur tanah yang dipakai untuk mengukur ketinggian tanah dengan sudut datar dan sudut tegak. Tingkat akurasi hasil pengukuran sudut oleh theodolit mencapai satuan detik. Umumnya, theodolit sering diaplikasikan saat penentuan sudut siku-siku, menentukan ketinggian, pemetaan situasi, dan pengamatan matahari.
  2. Waterpass atau penyipat datar merupakan alat untuk mengukur beda tinggi antara dua atau lebih titik yang berdekatan. Perbedaan tingkat ketinggian tersebut bisa diamati dari garis-garis visir/sumbu teropong horisontal yang ditujukan ke arah rambu-rambu ukur vertikal. Kegiatan ini biasanya disebut waterpassing atau levelling. Sistem acuan atau referensi yang digunakan yaitu rata-rata tinggi permukaan air laut alias MSL (Mean Sea Level).
C. Alat Ukur Elektronik
Alat ukur elektronik berkerja dengan memanfaatkan produk elektronik berupa gelombang infra merah. Pengukuran gelombang ini diukur mulai dari jarak pulang pergi yang hampir sama dengan kecepatan cahaya. Sebagian dari gelombang yang diterima prisma reflektor akan dikembalikan ke ke objek pesawat penerima, kemudian difokuskan lagi atas suatu foto dioda.
Pengukuran dalam meter dihitung berdasarkan perbedaan getaran frekuensi antara gelombang yang dipancarkan dengan gelombang yang ditangkap. Perbedaan tersebut dapat memberitahukan jarak yang tepat antara titik lokasi alat ukur tanah berada dengan titik sasaran. Pada praktiknya, masing-masing alat di atas digunakan sesuai kebutuhan. Misalnya ketika Anda hendak mengukur bangunan yang tidak terlalu membutuhkan ukuran yang spesifik, maka gunakanlah alat ukur sederhana yang penggunaannya relatif mudah.